SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS PETERNAKAN ACEH "JADIKAN POTENSI PETERNAKAN SALAH SATU ANDALAN KITA" PUSAT LAYANAN RABIES (RABIES CENTER) HUB : 085260333032 / 085262344477 / 085260343520

Padang Gembala Lebih Ekonomis

Kategori : Berita Aktual
Senin, 24 Oktober 2016 - Oleh admin

 

ADA sejumlah alasan mengapa ternak sapi di negaranegara penghasil ternak sapi besar seperti Australia dan Selandia Baru bisa berhasil. Pertama, kata Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh Dr. drh.  Raihanah M. Si, mereka menguasai teknologi pembibitan ternak unggul dan edaging, kemudian mampu membuat dan mengolah pakan ternak sendiri.

Selain itu juga mampu mengatasi berbagai jenis penyakit menular yang terdapat pada hewan ternaknya. Dia menyontohkan penyakit brucellosis, penyakit keguguran bagi sapi betina atau mati anak dalam kandungan, juga penyakit anhtrax yang sangat berbahaya. Kata Raihanah, Aceh sangat potensial dan punya peluang tinggi untuk menjadi produsen ternak terbesar di Pulau Sumatera, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1960-an.

Sapi dan kerbau Aceh yang bertubuh tinggi besar, sangat terkenal di Medan dan Padang. Tapi saat ini tinggal kenangan, kendati masih ada bibit sapinya, namun tidak seunggul sapi Bali dan sapi hasil IB,” kata Raihanah. Pengembangan populasi sapi Simental dan Limosin di Aceh, ungkap Raihanah, banyak dilakukan peternak. Tetapi, pada umumnya dilakukan dalam jumlah terbatas, belum seperti yang dilakukan di Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas, Sumatera Barat, dalam jumlah hingga 500 ekor.

Di Aceh, paling-paling 5 sampai 10 ekor. Sistem pemeliharaannya juga tidak dilakukan pada padang pengembalaan hijau terbuka, melainkan di kandang dengan cara memberikan berbagai jenis rumput. Bahkan ada yang dikandangkan dan diberikan makanan yang cukup dalam ruang yang sedikit gelap untuk mempercepat pertumbuhan dan peningkatan berat daging tubuh sapinya. Sapi Simental dan Limosin di Aceh, ada yang beratnya mencapai 1 – 1,2 ton.

“Tapi, jumlah populasinya masih sedikit, makanya apa yang dinyatakan Pak Gubernur Zaini Abdullah bahwa Aceh butuh investor besar dan profesional ternak untuk peningkatan populasi ternak, sangatlah tepat, agar pertambahan populasi sapi di Aceh jauh berada di atas konsumsi daging lokal,” Lanjutnya.

Jika beberapa hal di atas direalisasikan, kata Raihanah, baru masyarakat bisa mendapatkan daging sapi segar yang halal dan bebas dari penyakit dengan harga yang terjangkau, yaitu antara Rp 80.000 - Rp 90.000/Kg, sebagaimana yang diharapkan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pertanian.(*)

 

 

Sumber Berita : http://aceh.tribunnews.com/2016/10/24/padang-gembala-lebih-ekonomis