SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS PETERNAKAN ACEH "JADIKAN POTENSI PETERNAKAN SALAH SATU ANDALAN KITA" PUSAT LAYANAN RABIES (RABIES CENTER) HUB : 085260333032 / 085262344477 / 085260343520

Kuda Gayo Menjajal Pantai Lampuuk

Kategori : Berita Aktual
Senin, 08 Mei 2017 - Oleh admin

 

“Kude kite ni terih kin wih, uwe terih kin gelumang lut. Gere masalah, yang penting sawah ku finish (Kuda kita ini takut air, dia sepertinya takut suara ombak. Tidak apa-apa, yang penting sampai ke finish),” begitu percakapan para joki cilik dalam bahasa Gayo saat akan berpacu dalam pacuan kuda tradisional di Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (7/5) siang.

Ini kali pertama pacuan kuda digelar di pantai. Biasanya, pacu kude--begitu masyarakat Gayo menyebutnya--digelar di dataran tinggi Gayo pada hari-hari tertentu, seperti HUT Kota Takengon, atau peringatan 17 Agustus.

Pacuan kuda di bibir pantai kemarin, merupakan rangkaian dari Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV yang dibuka Presiden Jokowi dua hari lalu.

Kemarin, sebanyak 18 kuda menjajal bibir pantai Lampuuk. Kuda-kuda yang didatangkan dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues itu berlari kencang atas instruksi joki cilik tanpa pelana yang duduk sigap di punggungnya.

“Syaaaaah, siaaaah, haaaaaa,” teriak para joki saat kuda dilepas dari garis start.

Uniknya, kuda-kuda ini agak takut dengan air, mereka menghindari riak-riak laut yang pecah ke bibir pantai, saat berlari menuju garis finish.

Arena pacuan kuda di Lampuuk kemarin sangat berbeda dengan arena pacuan kuda di Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Tak ada pagar yang mengelilingi, hanya ada tali yang diikat untuk membatasi penonton.

Arena pacuan juga tidak memutar, star dan finishnya pun hanya ditandai seadanya saja. Setiap ronde, tiga ekor kuda berlaga, berupaya paling cepat untuk sampai di garis finish.

“Heeeeee, jangan ada yang masuk dalam lintasan pacuan, yang ambil foto silakan saja. Kuda-kuda kita ini tidak ada rem, juga tidak ada lampu samping, kalau masuk lintas, awas, bisa-bisa saja diseruduk. Yaaaaah, kita lihat kuda-kuda sudah dilepas,” pembawa acara kocak meracau melalui pengeras suara saat memandu pacuan kuda.

Pacu kude itu, menjadi tontonan menarik bagi warga yang datang ke ke Pantai Lampuuk untuk menikmati liburannya. Mereka berjejer rapi menyaksikan kuda-kuda yang berlari kencang. Ronde ke ronde disaksikan, warga pun tak sedikit meminta foto bersama dengan kuda dan para joki ciliknya. Warga tampak sangat antusias menyaksikan aksi para joki cilik dengan kudanya.

Kuda-kuda yang berlaga kemarin, juga memiliki nama-nama yang cukup menarik, seperti Gelumang Timur dari Bener Meriah, Bujang Kelana dari Gayo Lues, Moser Gayo dari Aceh Tengah, dan sejumlah kuda lainnya.

Masykur (25) salah seorang tim official kuda dari Aceh Tengah menyebutkan, kuda mereka sudah tiba di Aceh sejak beberapa hari lalu. “Kudanya kita tempatkan di dekat lapangan golf Lhoknga, setiap hari makanannya (rumput) dibawa dari sana (Takengon). Rumput di sini nggak bisa dimakan,” katanya.

Ia juga mengatakan, pacu kude itu melombakan dua kelas, yaitu kelas F dan E, di mana tinggi badan untuk kedua kelas ini antara 130 hingga 150 cm. Masykur juga tak menampik, bahwa kuda-kuda itu sedikit asing berlaga di pantai, ia membenarkan bahwa kuda takut dengan air dan suara ombak. “Di sana kan nggak pernah ada suara ombak seperti ini. Kemudian ini pasirnya juga dalam, kalau di sana lintasannya dibuat khusus. Ini sebenarnya lebih kepada atraksi pacuan kuda, kita memperkenalkan budaya ini kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Aris, salah satu joki cilik yang berlaga kemarin mengaku senang bisa balapan kuda di pantai Lampuuk. Bocah 14 tahun itu senang karena masyarakat yang hadir cukup antusias menyaksikan laga mereka. “Banyak penontonnya, sambutannya pun bagus,” kata Aris.

Ia juga mengatakan, kuda yang ditungganginya itu takut air saat berlaga. Namun ia tetap bisa mengendalikan ‘sahabatnya’ itu hingga mendapat posisi pertama, mengalahkan dua temannya. “Di sini beda lintasannya, kalau di sana ada pagarnya, terus pasirnya ada batu-batunya, kalau di sini pasir semua. Tapi saya senang, semoga menang sampai final,” pungkas Aris, joki cilik kuda yang bernama Macan.

Pacuan kuda di Lampuuk itu akan berlangsung hingga Rabu mendatang. Jika Anda tertarik, silakan datang ke sana, pagi hari ini kuda-kuda dan para joki yang berhasil lolos dalam babak penyisihan kemarin juga akan berlaga, merebut posisi untuk masuk ke semifinal.(dan)

 

 

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2017/05/08/kuda-gayo-menjajal-pantai-lampuuk