SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS PETERNAKAN ACEH "JADIKAN POTENSI PETERNAKAN SALAH SATU ANDALAN KITA" PUSAT LAYANAN RABIES (RABIES CENTER) HUB : 085260333032 / 085262344477 / 085260343520

Limousine, Lembu Terberat di Penas KTNA

Kategori : Berita Aktual
Selasa, 09 Mei 2017 - Oleh admin

 

BANDA ACEH - Dari sekitar 100 ekor sapi yang dipamerkan pada Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, sapi jenis limousine diklaim yang paling berat.

Menurut pemiliknya, Syarifuddin, berat limousine ini mencapai 944 kg dan berusia 4 tahun. Saat Serambi mengonfirmasi tentang limousine, menjelang tengah hari kemarin, hewan ternak itu sedang diberi makan.

“Lhee go siuroe tabi eumpeun/tiga kali sehari kita beri makan,” kata Syarifuddin, peternak dari Aceh Utara. Menurutnya, pakan diberikan secara selang-seling antara rumput gajah (Pennisetum purpureum, dalam bahasa Aceh disebut naleung kleng), pelet, batang pisang, dedak, dan ampas tahu.

Sejauh ini sapi jenis limousine milik Syarifuddin, sehari-harinya menghabiskan pakan 30 kg. Untuk pakan jenis pelet 1 zak (50 kg) dijatahkan sebagai persediaan 3 minggu, dengan biaya Rp 180 ribu.

Sapi berbadan besar, turunan sapi dari kawasan Limousine dan Marche di Prancis bagian barat tersebut, menurut Syarifuddin, hampir tidak pernah sakit. Dalam pertumbuhannya, hanya ada sekali demam saja. Sapi yang tak diberinya nama panggilan itu, selama ini secara berkala mendapat injeksi medis, misalnya, vitamin dan suntikan antipenyakit yang biasanya dihargakan Rp 300 ribu sekali suntik.

Sejauh ini Syarifudiin hanya mengeluhkan soal ketersediaan ampas tahu dalam jumlah besar yang tidak selalu lancar diperolehnya.

Sapi limousine pedaging Syarifuddin, hingga kemarin sudah ditawar pembeli Rp 65 juta. Hingga saat ini, Syarifuddin sudah memiliki lima sapi jenis yang sama.

Menurut rencana, Syarifuddin akan mengikutkan limousine seberat 944 kg tersebut diacara lelang hewan ternak pada hari terakhir Penas KTNA.

Sementara itu, masih pada lokasi yang sama, ada sapi dengan ras induk simmental yang memiliki berat 930 kg berusia 4 tahun dari Lam Ateuk, Aceh Besar.

Menurut peternak sapi, Faisal, sapi tersebut memiliki induk brahman yang dikawinkan dengan simmental. “Harganya saya kasih Rp 100 juta, kalau nggak laku gak apa-apa. Saya potong sendiri untuk anak-anak yatim,” katanya.

Pemilik sapi dan kerbau lainnya, Salman mengatakan ia membawa seekor sapi dan seekor kerbau dari Meulaboh, Aceh Barat, ke arena Penas KTNA. Sapi jenis brahman yang ia bawa itu beratnya 790 kg dalam usia 2 tahun 8 bulan, sedangkan kerbau aceh beratnya 762 kg dalam usia 4 tahun.

Jenis makanan yang diberikan untuk sapi tersebut, Salman menambahkan berupa konsentrat, rumput gajah, labu jepang, dan wortel. “Dan untuk minumnya paling sedikit 15 sampai 20 liter per hari. Sedangkan untuk kerbau, harus dikubang dulu selama 3 sampai 4 jam, itu dilakukan untuk merangsang makannya,” kata Salman yang menyebutkan untuk sapi miliknya dibuka harga lelang lebih kurang Rp 60 juta.

Untuk pelelangan, dikatakannya akan dilakukan selesai acara Penas KTNA pada 11 Mei mendatang dan diumumkan pemenang. Selanjutnya baru dilelang. Lain halnya dengan Maimun, pemiliki sapi dari Meulaboh ini tidak akan melelang sapinya. Ia mengaku hanya ikut meramaikan acara Expo Peternakan di Penas KTNA XV.

Sapi milik Maimun ini memiliki bobot 825,5 kg dalam usia 3 kg. Pakan yang diberikan berupa rumput gajah, rumput lapangan, serta buah-buahan. Panitia Expo Peternakan Penas KTNA XV, Mansur yang ditanyai Serambi menyebutkan ada tujuh kategori sapi yang meramaikan kegiatan Penas tahun ini. Yaitu simmental, limousine, brahman, bali, sapi aceh, brangus, dan kerbau.

“Sapi dan kerbau ini berasal dari 17 kabupaten/kota di Aceh, masing-masing kabupaten/kota membawa ketujuh kategori tersebut. Tapi tidak semua kabupaten/kota membawa ketujuhnya, jadi lebih kurang ada 100 sapi dan kerbau di area expo peternakan ini,” sebutnya.

Menurutnya, dari kategori sapi tersebut yang menjadi primadona saat ini adalah simmental, limousine, dan bragus karena cepat besar, sehingga dapat memberikan keuntungan besar kepada pemiliknya.

 

 

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2017/05/09/limousine-lembu-terberat-di-penas-ktna