SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS PETERNAKAN ACEH "JADIKAN POTENSI PETERNAKAN SALAH SATU ANDALAN KITA" PUSAT LAYANAN RABIES (RABIES CENTER) HUB : 085260333032 / 085262344477 / 085260343520

UPTD Inseminasi Buatan


Jumat, 03 Juni 2016

 

UPTD Inseminasi Buatan merupakan perangkat teknis operasional dan teknis penunjang pada Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berkedudukan di Ibu Kota Provinsi Aceh.

UPTD Inseminasi Buatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang di bidang perbaikan mutu genetic ternak, pengembangan teknologi inseminasi buatan, melaksanakan produksi semen beku (frozen cemen) dan semen cair dari benih unggul, perawatan ternak pejantan (bull), pelatihan inseminator, Pemeriksaan Kebuntingan (PKb), Asisten Teknis Reproduksi (ATR) dan recording serta pembinaan dan pelayanan peternak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, UPTD Inseminasi Buatan mempunyai fungsi :

• Penyusunan program perencanaan di bidang inseminasi buatan
• Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan
• Pemeliharaan dan perawatan ternak pejantan (bull) bibit
• Pengujian keturunan dan perbibitan pejantan unggul
• Pelaksanaan produksi, penyimpanan dan penyebaran semen baku (frozen semen) dan semen cair
• Pelaksanaan pengawasan mutu, pencatatan, pemantauan penggunaan semen beku dan semen cair
• Pengembangan teknik dan metode inseminasi buatan
• Pelaksanaan pelayanan teknik kegiatan pemiliharaan ternak
• Pelaksanaan pelayanan informasi dan dokumentasi hasil kegiatan inseminasi buatan
• Pelaksanaan distribusi semen beku dan semen cair
• Pengembangan ketersediaan benih dan bibit ternak serta pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan plasma nutfah
• Pembentukan kerangka mutu genetic ternak (genetic improvement)
• Peningkatan ketrampilan inseminator, Pemeriksaan Kebuntingan (PKb), Asisten Teknis Reproduksi (ATR), recording dan transfer embrio
• Pelaksanaan koordinasi dengan institusi dan lembaga terkait lainnya di bidang inseminasi buatan, dan
• Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan.